• Jelajahi

    Copyright © Bandar Berita.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Krisis Air Bersih Ancam Desa Maja, ADPC, Mitra Bentala, UIM, dan UKM SPAB Bentuk Tim Percepatan

    Last Updated 2026-06-30T14:37:50Z



    Bandarberita.co.id,Kalianda – Krisis air bersih yang melanda Dusun 2, Desa Maja, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, mendorong berbagai pihak bergerak cepat. Asian Disaster Preparedness Center (ADPC), Mitra Bentala, BPBD Lampung Selatan, Universitas Indonesia Mandiri (UIM), dan UKM SPAB UIM menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun langkah percepatan penanganan, Senin (29/6/2026).

    Sebanyak 148 kepala keluarga atau sekitar 485 jiwa terdampak akibat menurunnya debit mata air serta rusaknya sarana air bersih. Bak penampung mengalami kebocoran, jaringan pipa putus di sejumlah titik, tanggul penahan mata air rusak, dan sumur bor tidak lagi berfungsi.

    Afif Septian Rinaldi menjelaskan, kerusakan tersebut diperparah oleh musim kemarau yang semakin panjang akibat perubahan iklim. Kondisi ini tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perbukitan Desa Maja.

    FGD yang berlangsung di Aula Penginapan Lamban Queen dihadiri 27 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Desa Maja, BPBD, Dinas PUPR, PDAM, Forum CSR, Kelompok Pengelola Sumber Air, Destana, FPRB, hingga pengelola Lamban Queen. Pertemuan membahas kondisi infrastruktur air, penyebab kerusakan, prioritas perbaikan, pendanaan, serta penguatan kelembagaan pengelola air.

    Dosen Universitas Indonesia Mandiri, Ence Sopyan, S.Sos., M.A.P., menegaskan bahwa air bersih merupakan hak dasar masyarakat. Menurutnya, UIM siap mendampingi proses perbaikan melalui kajian teknis, penguatan tata kelola kelembagaan, serta edukasi konservasi sumber daya air agar pengelolaan berjalan secara berkelanjutan.

    Ketua UKM SPAB UIM, Tozzy Guspa Robbi, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga sumber air. Ia mendorong penguatan program Keluarga Tangguh Bencana (Katana), pelatihan perawatan sarana air, penerapan sistem peringatan dini kekeringan, hingga pengelolaan lahan berbasis agroforestri.

    Sementara itu, BPBD Lampung Selatan mengingatkan bahwa krisis air merupakan persoalan yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, ketahanan ekonomi, serta meningkatnya potensi bencana seperti karhutla.

    Dari hasil FGD tersebut disepakati pembentukan Tim Akselerasi Perbaikan Sarana Air Bersih Desa Maja. Tim akan menyusun peta jalan perbaikan infrastruktur, melakukan verifikasi lapangan, mengupayakan pendanaan dari CSR dan anggaran desa, serta menyusun SOP pengelolaan dan pemeliharaan sarana air bersih.

    Melalui kolaborasi antara ADPC, Mitra Bentala, UIM, UKM SPAB UIM, Pemerintah Desa Maja, dan seluruh pemangku kepentingan, Desa Maja diharapkan menjadi desa percontohan dalam pengelolaan air bersih yang tangguh, berkelanjutan, serta siap menghadapi ancaman kekeringan dan karhutla di Kabupaten Lampung Selatan.(Red/adn)
    • Krisis Air Bersih Ancam Desa Maja, ADPC, Mitra Bentala, UIM, dan UKM SPAB Bentuk Tim Percepatan